BEKASI, JURNALPERISTIWA.NET – Ratusan warga berebut gunungan berisi hasil bumi dalam tradisi sedekah bumi yang digelar di Kampung Buwek Jaya, Desa Sumberjaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Senin (17/8/2026). Tradisi tahunan tersebut menjadi bagian dari rangkaian perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Lima gunungan berisi aneka sayuran dan buah-buahan hasil bumi Sumberjaya disiapkan untuk masyarakat. Di dalamnya terdapat jagung, tomat, kentang, terong, labu siam, kacang panjang, ketimun, pisang, jeruk, salak hingga kecapi. Warga yang hadir langsung berebut mengambil hasil bumi tersebut setelah prosesi doa.
Salah seorang warga Sumberjaya, Roisah (54), mengaku ikut berebut hasil bumi bersama rombongan tim qasidah setelah sebelumnya tampil dalam rangkaian acara. Ia datang sejak sekitar pukul 15.00 WIB dan mendapatkan sejumlah sayuran seperti jagung, tomat, kentang, terong, labu siam dan kacang panjang.
“Tadi memang berebut, berdesak-desakan. Alhamdulillah pokoknya seru,” kata Roisah.
Roisah berharap tradisi sedekah bumi tersebut terus digelar dan semakin meriah. Menurutnya, kegiatan ini bukan hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi sarana memanjatkan doa agar warga Sumberjaya mendapat keberkahan, kesehatan dan kemakmuran.
“Harapannya ke depan biar tambah maju lagi, biar makmur rakyatnya, rakyat Sumberjayanya,” ujarnya.
Tokoh masyarakat Sumberjaya, Saiful Nyamat, mengatakan tradisi sedekah bumi telah berlangsung selama sembilan tahun. Kegiatan tersebut merupakan bentuk rasa syukur masyarakat atas hasil alam sekaligus menjadi momentum untuk berbagi dengan warga.
“Acara sedekah bumi itu memang kita adakan setiap tahun, sudah berjalan sembilan tahun ini. Kita bersyukur kepada bumi yang sudah menghasilkan oksigen dan tumbuh-tumbuhan, dengan alam yang begitu indah,” kata Saiful.
Menurut dia, setiap gunungan memiliki berat sekitar 150 kilogram dan berisi campuran sayur-mayur serta buah-buahan hasil dari wilayah Sumberjaya. Persiapannya dilakukan selama empat hari. Selain hasil pertanian, masyarakat juga membagikan hasil ternak berupa sekitar 810 kilogram ikan lele juga ditebar di pinggir kali untuk diperebutkan warga.
Antusiasme warga tahun ini disebut meningkat dibandingkan sebelumnya. Saiful mengatakan masyarakat bahkan sudah menyerbu gunungan sebelum prosesi doa dimulai. Mayoritas peserta merupakan warga Sumberjaya yang telah menantikan tradisi tersebut setiap Agustus.
“Antusias masyarakat sangat tinggi. Makanya tadi sebelum acara, sebelum doa sudah langsung habis digerebek,” ujarnya.
Saiful menambahkan, pelaksanaan sedekah bumi tahun ini sekaligus menjadi momentum untuk memperingati kemerdekaan Indonesia. Sebelumnya, kegiatan tersebut biasa digelar pada 1 Muharam, namun atas permintaan masyarakat kemudian dipindahkan ke bulan Agustus agar bertepatan dengan perayaan HUT RI.
Meski hasil panen tahun ini terdampak kemarau panjang, masyarakat tetap berupaya mempertahankan tradisi tersebut. Saiful berharap pada tahun-tahun mendatang hasil bumi semakin melimpah sehingga jumlah gunungan yang dibagikan kepada masyarakat dapat terus bertambah. (Put)
