BEKASI, JURNALPERISTIWA.NETPameran Nusantara Gebyar HUT ke-4 Perkumpulan Srikandi Kreatif Indonesia (PERSIKINDO) resmi dibuka di Gedung Juang 45, Kabupaten Bekasi, Jumat (31/7/2026).

Ajang ini menjadi wadah strategis untuk mempromosikan produk unggulan daerah, melestarikan budaya Nusantara, sekaligus memperkuat pemberdayaan perempuan dan pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

​Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Bekasi, Akam Muharam, mengapresiasi penyelenggaraan pameran tersebut. Menurutnya, kegiatan ini memiliki nilai strategis dalam membuka peluang kolaborasi dan memperluas akses pasar bagi para pelaku usaha perempuan.

​”Pameran Nusantara Gebyar PERSIKINDO merupakan wadah yang sangat strategis untuk memperkenalkan, mempromosikan, dan mengembangkan berbagai produk unggulan daerah, hasil karya perempuan, serta potensi ekonomi kreatif,” ujar Akam di Gedung Juang 45.

​Akam menilai, peran perempuan saat ini semakin vital dalam pembangunan ekonomi nasional. Tidak hanya menjadi penggerak di lingkungan keluarga, perempuan juga hadir sebagai inovator dan pelaku usaha yang tangguh dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

​Pemerintah Kabupaten Bekasi, lanjut Akam, berkomitmen untuk terus mendorong kemandirian perempuan melalui serangkaian program berkelanjutan, mulai dari pelatihan teknis, pendampingan usaha, hingga perluasan jaringan pemasaran guna meningkatkan daya saing produk lokal.

​”Melalui semangat kolaborasi dan gotong royong, kita optimistis mampu mewujudkan perempuan yang mandiri, berdaya, dan berkontribusi dalam pembangunan menuju Indonesia Emas 2045,” tambahnya.

​Sementara itu, Ketua DPC PERSIKINDO Kabupaten Bekasi, Frida Tarek, menjelaskan bahwa pameran ini sekaligus merefleksikan kekayaan budaya yang hidup berdampingan di Kabupaten Bekasi.

​”Di Kabupaten Bekasi bukan hanya ada satu adat dan budaya. Berbagai suku, agama, dan budaya hidup berdampingan. Semua memiliki potensi untuk bersama-sama membangun daerah melalui ekonomi kreatif, kuliner, seni, dan budaya,” ungkap Frida.

​Kendati sukses digelar secara mandiri berkat kontribusi peserta, Frida berharap ke depannya pemerintah daerah dapat memberikan perhatian lebih intensif bagi para pelaku UMKM pemula, khususnya terkait pendampingan usaha dan penyediaan fasilitas pameran.

​”Harapan kami ke depan, UMKM pemula bisa mendapatkan pendampingan dan kesempatan mengikuti pameran tanpa harus terbebani biaya stan, sehingga mereka dapat lebih fokus mengembangkan usahanya,” pungkasnya.

​Pameran Nusantara Gebyar HUT ke-4 PERSIKINDO ini turut melibatkan Gabungan Organisasi Wanita (GOW), perangkat daerah, pelaku UMKM, hingga Bank Sampah yang memamerkan berbagai inovasi daur ulang, sebagai wujud nyata penguatan ekonomi kerakyatan di Kabupaten Bekasi. (Put)