Bekasi – Ratusan calon kepala desa (cakades) mengikuti deklarasi damai menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2026 di 154 desa di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Deklarasi damai yang diinisiasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi bersama Polres Metro Bekasi tersebut digelar di Gedung Swantantra Wibawamukti, Kompleks Pemda Kabupaten Bekasi, Kamis (17/9/2026).

Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol Andi Oddang Riuh Hutomo mengatakan, pelaksanaan Pilkades serentak di 154 desa memiliki dinamika dan potensi kerawanan yang perlu diantisipasi bersama. Ia meminta seluruh calon kepala desa dan pendukungnya menjaga situasi tetap aman dan kondusif.

“Perbedaan pilihan jangan sampai menimbulkan perpecahan, permusuhan, intimidasi, provokasi, penyebaran berita bohong, politik uang, maupun tindakan lainnya yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat,” kata Andi.

Menurutnya, deklarasi damai tersebut harus menjadi komitmen nyata seluruh pihak, khususnya para calon kepala desa, untuk menjunjung aturan, etika, dan nilai-nilai demokrasi. Kepentingan masyarakat juga harus ditempatkan di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.

Andi secara khusus mengingatkan para cakades agar memiliki kesiapan mental menghadapi seluruh kemungkinan hasil pemilihan, baik menang maupun kalah.

“Kepada seluruh calon kepala desa, saya menekankan dan berpesan agar benar-benar memiliki kesiapan mental. Mental dalam hal ini adalah mental menang dan mental kalah,” ujarnya.

Ia meminta calon yang terpilih tetap menghargai pihak lain, tidak berlebihan dalam merayakan kemenangan, serta tidak merendahkan calon maupun pendukung yang kalah. Sementara calon yang tidak terpilih diminta menerima hasil dengan lapang dada dan tidak melakukan provokasi ataupun mengerahkan massa.

“Apabila terdapat keberatan atau pelanggaran, tempuhlah mekanisme hukum yang berlaku, yang sudah ditetapkan, dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan,” tegasnya.

Andi juga meminta seluruh calon berkompetisi secara sehat dengan menyampaikan visi, misi, dan program kepada masyarakat secara santun. Para calon dilarang menyebarkan fitnah maupun menggunakan isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) untuk memecah belah masyarakat.

Selain kepada calon, Kapolres meminta panitia pemilihan menjalankan tugas secara netral, transparan, jujur, adil, dan profesional. Panitia diminta menghindari segala bentuk keberpihakan yang dapat menimbulkan ketidakpercayaan masyarakat.

“Mari kita jadikan Pemilihan Kepala Desa serentak tahun 2026 ini sebagai pesta yang aman, damai, jujur, adil, dan bermartabat. Boleh berbeda pilihan, tetapi persaudaraan, persatuan, dan kedamaian masyarakat Kabupaten Bekasi harus tetap menjadi prioritas utama,” kata Andi.

Sementara itu, Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja mengatakan deklarasi damai merupakan komitmen bersama untuk memastikan seluruh tahapan Pilkades Serentak 2026 berjalan aman, tertib, jujur, dan demokratis.

Asep berpesan kepada seluruh calon kepala desa agar menjadikan Pilkades sebagai kompetisi untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat, bukan persaingan yang berujung pada perpecahan.

“Silakan berkompetisi, silakan menyampaikan misi dan gagasan, silakan meyakinkan masyarakat. Tetapi setelah seluruh proses selesai, kita harus kembali menjadi satu sebagai masyarakat Kabupaten Bekasi,” kata Asep.

Ia juga mengingatkan para calon dan pendukungnya tidak melakukan tindakan yang dapat memicu konflik, provokasi, penyebaran informasi tidak benar, maupun tindakan lain yang mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

Asep mengajak masyarakat menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang berpotensi memecah persatuan.

Ia mengapresiasi sinergi Polres Metro Bekasi, Kodim Kabupaten Bekasi, Kejaksaan, Pengadilan Negeri, pemerintah kecamatan dan desa, serta seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan dan pengamanan Pilkades Serentak 2026.

“Sinergi seluruh unsur sangat penting agar setiap tahapan dapat berlangsung dengan aman dan lancar, sampai dengan penetapan hasil,” kata Asep.

Dalam kegiatan tersebut, para calon kepala desa juga membacakan deklarasi damai yang dipandu Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bekasi Iman Santoso. Setelah itu, para cakades membubuhkan tanda tangan pada papan deklarasi sebagai bentuk komitmen bersama menjaga Pilkades tetap damai.

Asep berharap pelaksanaan Pilkades di 154 desa dapat menjadi contoh bahwa proses demokrasi di tingkat desa di Kabupaten Bekasi dapat berlangsung secara damai, bermartabat, dan mengedepankan kepentingan masyarakat.

“Mari kita bersama-sama menyatakan komitmen untuk menjaga pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa Serentak Kabupaten Bekasi agar berlangsung aman, damai, tertib, demokratis, dan bermartabat,” pungkasnya. (Red).