BEKASI, JURNALPERISTIWA.NET – Polres Metro Bekasi menggelar simulasi pengamanan Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk menghadapi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2026 di 154 desa Kabupaten Bekasi, Kamis (17/9/2026).

Simulasi yang digelar di Lapangan Promoter Polres Metro Bekasi tersebut dipimpin langsung Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol Andi Oddang Riuh Hutomo. Kegiatan melibatkan Wakapolres Metro Bekasi AKBP Angga Dewanto Basari, pejabat utama, kapolsek jajaran, perwira pengendali wilayah, personel Sat Samapta, Satbrimob Batalyon D, serta personel rayonisasi Polsek.

Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol Andi Oddang Riuh Hutomo mengatakan simulasi dilakukan untuk memastikan kesiapan personel dalam menghadapi berbagai potensi gangguan keamanan selama pelaksanaan Pilkades yang berlangsung pada Minggu (20/9/2026) mendatang.

“Pengamanan Pilkades harus dilaksanakan secara profesional, humanis, dan penuh tanggung jawab. Seluruh personel harus memahami tugasnya, menjaga netralitas, serta memastikan masyarakat dapat menggunakan hak pilih dengan aman, tertib, dan nyaman,” ujar Andi Oddang.

Dia menegaskan, perbedaan pilihan politik di tingkat desa tidak boleh menjadi pemicu konflik antarmasyarakat. “Beda pilihan tetap saudara, mari bersama kita jaga Pilkades Kabupaten Bekasi tetap damai dan bermartabat,” katanya.

Sebelum simulasi lapangan, Andi Oddang terlebih dahulu memimpin Tactical Floor Game (TFG) di Gedung Promoter Polres Metro Bekasi. TFG tersebut membahas pola pengamanan, penempatan personel, pembagian sektor, koordinasi antarunsur, hingga langkah penanganan apabila terjadi peningkatan situasi selama tahapan pemungutan suara.

Dalam simulasi, polisi mempraktikkan sejumlah skenario gangguan keamanan, mulai dari proses pemungutan suara di TPS hingga pengamanan rekapitulasi suara di kantor desa.

Salah satu skenario yang diperagakan yakni aksi massa pendukung calon kepala desa yang kalah dengan menghadang pergerakan kotak suara. Polisi juga menyimulasikan aksi demonstrasi yang berkembang menjadi kerusuhan hingga ancaman bom di kantor desa.

Dalam menghadapi situasi tersebut, personel menerapkan pola pengamanan berlapis dengan melibatkan pasukan pengendali massa serta personel penjinak bom untuk mengamankan lokasi dan memastikan tahapan Pilkades tetap berjalan.
Andi Oddang mengatakan pihaknya juga telah melakukan pemetaan terhadap sejumlah wilayah yang dinilai memiliki potensi kerawanan konflik antarpendukung calon kepala desa.

“Sudah kami petakan titik-titik yang rawan konflik antarpendukung calon kepala desa. Di titik-titik tersebut akan dilakukan penebalan pasukan,” jelasnya.

Menurut dia, pengamanan tidak hanya berfokus pada TPS. Polres Metro Bekasi juga menyiapkan pola komunikasi, koordinasi, serta pergerakan personel antara Polres, Polsek jajaran, Brimob, dan unsur pengamanan lainnya.

Simulasi dan TFG tersebut menjadi bagian dari rangkaian kesiapan Operasi Wibawa Mukti Jaya 2026 dalam mengawal seluruh tahapan Pilkades Serentak Kabupaten Bekasi.

Polres Metro Bekasi berharap kesiapan tersebut dapat memastikan pelaksanaan Pilkades Serentak di 154 desa berlangsung aman, tertib, lancar, kondusif, demokratis, dan bermartabat. (Red)