BEKASI, JURNALPERISTIWA.NET – Penyaluran bantuan sosial (bansos) berupa sembako dan beras di Desa Pasirsari, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, menjadi sorotan warga. Sejumlah warga mempertanyakan ketepatan sasaran penerima bantuan karena terdapat warga yang dinilai mampu masih menerima bansos, sementara kelompok masyarakat rentan disebut belum memperoleh bantuan.

Keluhan tersebut disampaikan sejumlah warga pada Minggu (30/8/2026). Mereka mempertanyakan proses pendataan, verifikasi, hingga pemutakhiran data penerima bantuan sosial sebelum bansos disalurkan kepada masyarakat.

Salah seorang warga RT 07/RW 03 Desa Pasirsari yang meminta identitasnya dirahasiakan mengaku mengetahui adanya warga dengan kondisi ekonomi yang dinilai sudah lebih baik, tetapi masih tercatat sebagai penerima bantuan.

“Pantau saja rumahnya, sudah orang mampu, tapi malah terdaftar dan menerima bantuan,” ujar warga tersebut.

Di sisi lain, warga menilai sejumlah kelompok rentan, seperti janda, duda, dan warga lanjut usia, masih mengalami kendala untuk mendapatkan bantuan sosial.

Bahkan, seorang warga lanjut usia di RT 07/RW 03 disebut telah menerima kartu bantuan dari tingkat RT. Warga tersebut kemudian mendatangi lokasi penyaluran karena menganggap kartu tersebut menjadi bukti bahwa dirinya berhak menerima bansos.

Namun, saat hendak mengambil bantuan, warga lansia tersebut dikabarkan tidak dapat menerima bansos sebagaimana yang diharapkan.
Peristiwa itu memunculkan pertanyaan warga terkait kesesuaian antara data penerima, kepemilikan kartu bantuan, dan realisasi penyaluran bansos di lapangan.

Warga pun meminta adanya penjelasan mengenai mekanisme pendataan dan pemutakhiran data penerima bantuan. Mereka mempertanyakan apakah data penerima telah diverifikasi berdasarkan kondisi ekonomi terbaru atau masih menggunakan data lama yang belum diperbarui.

Selain itu, masyarakat berharap proses penyaluran bansos dilakukan secara lebih transparan dengan melibatkan pengecekan langsung terhadap kondisi calon penerima di lapangan.

Menurut warga, ketidaktepatan data berpotensi membuat tujuan program perlindungan sosial tidak berjalan maksimal apabila masyarakat yang dinilai mampu masih menerima bantuan, sementara warga lanjut usia dan masyarakat kurang mampu justru belum mendapatkannya.

“Jangan sampai yang benar-benar membutuhkan malah tidak dapat. Data penerima harus dicek lagi ke lapangan,” kata warga lainnya.

Warga meminta Pemerintah Desa Pasirsari bersama instansi terkait segera melakukan verifikasi dan validasi ulang terhadap data penerima bansos. Jika ditemukan data yang sudah tidak sesuai dengan kondisi terkini, mereka berharap dilakukan perbaikan agar bantuan dapat disalurkan kepada warga yang benar-benar membutuhkan.

Hingga saat ini, Pemerintah Desa Pasirsari belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan warga mengenai dugaan ketidaktepatan sasaran penerima bantuan sosial tersebut.

Keterangan dari pemerintah desa dan instansi terkait masih diperlukan untuk menjelaskan mekanisme pendataan, penetapan penerima, serta alasan seorang warga yang telah memegang kartu bantuan dilaporkan tidak dapat menerima bansos saat penyaluran. (Red)