0Bekasi, Beritasatu.com – Lebih dari 1.000 warga Dusun 3 Kampung Bedeng, Desa Medalkrisna, Kecamatan Bojongmangu, Kabupaten Bekasi, menghadapi krisis air bersih akibat musim kemarau yang telah berlangsung selama tiga bulan. Kondisi tersebut memaksa warga memilih antara mengandalkan bantuan air bersih yang terbatas, menggunakan air rawa yang tidak layak, atau memanfaatkan air sumur bor yang mengandung kadar besi tinggi.
Kondisi geografis di wilayah Bojongmangu membuat masyarakat kesulitan memperoleh sumber air bersih. Pengeboran sumur hingga kedalaman ratusan meter belum mampu menjadi solusi karena air tanah yang ditemukan memiliki kandungan mineral dan logam tinggi sehingga tidak layak digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.
Kepala Dusun 3 Desa Medalkrisna, Haji Parno (50), mengatakan air dari sumur bor di wilayahnya berwarna keruh, berminyak, dan meninggalkan kerak putih di kulit setelah digunakan untuk mandi.
“Di sini tidak ada sumur. Kalau dibor sampai 100 meter itu airnya memang banyak, cuma airnya berkerak besi-besi begitu, berminyak. Kalau dipakai mandi, sesudah kering itu di kulit kayak garam, putih-putih. Jadi tidak bisa buat minum atau mandi,” ujar Haji Parno saat ditemui di Bojongmangu, Rabu (29/7/2026).
Menurutnya, kekeringan yang melanda Kampung Bedeng sudah berlangsung sekitar tiga bulan. Selama itu pula warga bergantung pada bantuan distribusi air bersih dari pemerintah maupun lembaga kemanusiaan.
“Kekeringan di Kampung Bedeng ini sudah ada tiga bulan. Saya bingung kalau tidak ada sumbangan air dari pemerintah,” katanya.
Saat pasokan air bersih terlambat datang, warga tidak memiliki pilihan selain mengambil air dari rawa di sekitar permukiman. Air tersebut hanya digunakan untuk mandi dan mencuci, sedangkan kebutuhan air minum dipenuhi dengan membeli air isi ulang.
“Kalau pas pasokan tidak ada atau susah, paling mengambil dari rawa. Di rawa ada air, cuma tidak bagus, hanya bisa buat mandi. Kalau untuk minum beli air isi ulang,” tuturnya.
Harapan warga kembali muncul ketika truk tangki pembawa bantuan air bersih tiba di Kampung Bedeng. Ratusan warga yang telah mengantre sejak pagi langsung memenuhi lokasi distribusi sambil membawa ember, jeriken, galon bekas, hingga wadah penampung lainnya.
Suasana gotong royong terlihat saat warga saling membantu mengisi air dari selang tangki menggunakan corong plastik ke dalam wadah masing-masing. Bantuan tersebut menjadi penyelamat sementara bagi masyarakat yang selama berbulan-bulan kesulitan mendapatkan air bersih.
Meski bantuan air terus disalurkan oleh pemerintah dan Palang Merah Indonesia (PMI), warga berharap pemerintah daerah segera menghadirkan solusi permanen melalui pembangunan jaringan pipa air bersih. Mereka menilai langkah tersebut menjadi satu-satunya cara untuk mengakhiri krisis air yang hampir setiap tahun melanda wilayah Bojongmangu. (Put).
